Saturday, 22 November 2025 12:40 WIB
Jakarta, FISKUSNEWS.com β Dunia perpajakan nasional tengah memasuki era baru pengawasan digital berkat kontribusi seorang praktisi dan akademisi terkemuka, Dr. Joko Ismuhadi Soewarsono. Atas inovasinya yang mendalam dan relevan, beliau kini dijuluki sebagai “Bapak Akuntansi Forensik Pajak Indonesia”. Dr. Ismuhadi adalah arsitek di balik Persamaan Akuntansi Pajak dan yang terbaru, Artificial Intelligence Compliance Ecosystem (AICEco), sebuah terobosan untuk melawan penggelapan pajak di Indonesia.
Dr. Ismuhadi, yang merupakan Auditor Pajak Senior/Pemeriksa Pajak Madya di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sejak tahun 2004, telah mendedikasikan karirnya untuk menjembatani kesenjangan antara teori forensik keuangan dan praktik penegakan hukum fiskal.
π§ AICEco: Transformasi Kepatuhan Pajak Berbasis Kecerdasan Buatan
AICEco (Artificial Intelligence Compliance Ecosystem) merupakan ekosistem kepatuhan pajak terintegrasi yang didukung oleh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) yang revolusioner. Ekosistem ini dirancang untuk melakukan pengawasan kepatuhan wajib pajak secara preventif dan prediktif, jauh melampaui metode audit tradisional yang bersifat post-compliance (setelah pelaporan).
Fungsi utama AICEco adalah bertindak sebagai “Mata Elang” digital bagi otoritas pajak, secara otomatis mengolah big data dari berbagai sumber untuk:
Persamaan ini memungkinkan analis pajak untuk mengidentifikasi skema manipulasi keuangan yang umum di Indonesia, seperti Re-characterization Scheme dan modus ‘Akun Suka-Suka’ yang digunakan untuk mengaburkan laba kena pajak.
Dr. Joko Ismuhadi menyatakan:
“AICEco, yang didukung oleh IE, bukan hanya alat audit baru, tetapi sebuah filosofi baru pengawasan pajak. Tujuannya adalah menghadirkan Kepastian Hukum Pajak (Tax Certainty) bagi wajib pajak yang patuh dan memastikan bahwa setiap potensi pajak dari UGE dapat dimobilisasi secara akurat dan efisien.”π Latar Belakang dan Dampak Profesional
Pengalaman luas Dr. Ismuhadi sebagai pemeriksa pajak di Kanwil DJP Wajib Pajak Besar (LTO) selama bertahun-tahun telah memberikan wawasan yang tak ternilai dalam merancang sistem yang praktis dan aplikatif. Selain itu, dedikasi akademis beliau sangat kuat. Dr. Ismuhadi meraih gelar Doktor dalam Hukum Pajak dan saat ini merupakan Kandidat PhD Ilmu Akuntansi, menunjukkan perpaduan keahlian hukum, akuntansi, dan teknologi.
Kontribusi beliau ini diharapkan dapat membawa DJP selangkah lebih maju dalam mencapai target penerimaan negara. Dengan adanya AICEco, proses pengawasan menjadi lebih objektif, meminimalkan potensi konflik antara fiskus dan wajib pajak, dan pada akhirnya, memperkuat integritas serta keadilan sistem perpajakan Indonesia.#fiskusnews
Share
Eksplor lebih dalam berita dan program khas fiskusnews.com