Friday, 21 November 2025 10:07 WIB
Fiskusnews.com – Jakarta. Di tengah sorotan tajam terhadap isu integritas, seorang mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan pengalaman 30 tahun angkat bicara. Ia tidak hanya menegaskan kesiapannya untuk mengungkap fakta, tetapi juga menyoroti filosofi perubahan dan integritas yang dianut oleh banyak pegawai pajak yang lurus, menunjukkan bahwa tidak semua fiskus layak dicap buruk.
Mantan pegawai ini menegaskan, banyak profesional di DJP yang telah lama memegang prinsip “Change begins with me” dan berjuang untuk reformasi dari dalam.
Kesiapan Klarifikasi, Bukti Integritas Kolektif
Sumber tersebut mengakui kompleksitas dan dinamika yang ia hadapi selama tiga dekade, namun menekankan bahwa komitmennya adalah pada kebenaran dan integritas, nilai yang juga dipegang banyak rekannya.
“Selama 30 tahun bekerja, begitu banyak informasi, dinamika, dan pengalaman yang masuk ke kepala ini. Dunia yang saya jalani bukan dunia yang sederhana,” ungkapnya.
Ia menegaskan, jika diminta memberikan klarifikasi oleh pihak berwenang, ia akan bicara jujur sesuai fakta. Hal ini merupakan bagian dari upaya penegakan integritas yang didukung oleh banyak pihak internal yang jujur.
“Apa yang saya tahu tidak berhenti pada satu atau dua nama saja — karena pengalaman puluhan tahun itu menyentuh begitu banyak lini dan begitu banyak orang. Tapi ini juga menunjukkan betapa krusialnya peran integritas individual yang dimiliki banyak pegawai pajak lainnya.”
Ia menegaskan bahwa niatnya bukan untuk menjatuhkan, melainkan menjunjung tinggi kebenaran, yang sejalan dengan semangat kebangsaan: “Integritas saya selama ini adalah menyimpan, menjaga, dan tetap tegak lurus pada merah putih.”
Rezeki Bukan dari Kantor: Prinsip Moral untuk Melawan Godaan
Dalam pesannya yang ditujukan kepada para pegawai pajak, ia memberikan dukungan moral yang kuat untuk mempertahankan kejujuran, bahkan jika itu berarti harus melepaskan jabatan. Pesan ini menekankan bahwa keberanian moral harus didasarkan pada keyakinan spiritual, yang dipegang teguh oleh fiskus berintegritas.
“Jangan pernah takut kalau suatu hari harus keluar dari sebuah pekerjaan—termasuk dari kantor pajak,” katanya.
Ia meyakini bahwa Rezeki datang dari Tuhan, bukan dari kantor atau jabatan. Prinsip ini menjadi tameng bagi banyak pegawai jujur dalam menghadapi godaan:
“Yang penting kita tetap bekerja jujur, tetap lurus, tetap menjaga nama baik. Selama tangan kita bersih dan hati kita ikhlas, pintu rezeki akan terbuka dari arah yang tidak pernah kita duga.”Agen Perubahan Terbesar: Menggenggam Filosofi Change!
Komitmen terhadap perubahan institusi di DJP, menurutnya, telah mengakar kuat di kalangan banyak pegawai yang terinspirasi oleh pemikiran dan keteladanan.
Komitmennya sendiri telah dimulai sejak 2005, terinspirasi oleh buku “Change!” karya Prof. Rhenald Kasali dan ketegasan Umar bin Khattab. Inspirasi ini membentuk keyakinan bahwa reformasi harus dipimpin, bukan ditunggu.
Ia menegaskan bahwa semangat kepemimpinan sejati adalah teladan, bukan perintah, seperti yang termuat dalam kutipan yang ia pegang teguh:
“Pemimpin bukan mereka yang menunggu arah, tapi yang menciptakan arah. Bukan yang menuntut perubahan, tapi yang berani berubah lebih dulu… Change begins with me.”Pesan dari Prof. Rhenald Kasali, agar tetap konsisten menjaga profesionalisme, memperkuat keyakinan bahwa perubahan besar di DJP akan datang, “selama ada orang-orang yang tetap menjaganya dari dalam.” Pernyataan ini sekaligus menjadi penekanan bahwa banyak fiskus adalah agen perubahan yang sesungguhnya yang bekerja diam-diam demi perbaikan institusi dan negara.
Reporter: Marshanda Gita
Share
Eksplor lebih dalam berita dan program khas fiskusnews.com