Thursday, 20 November 2025 02:53 WIB
JAKARTA β Upaya optimalisasi penerimaan pajak kini memasuki era baru. Tantangan terbesar, yaitu Underground Economy (UE) atau ekonomi bayangan, yang disinyalir menyimpan potensi pajak triliunan rupiah, kini ditargetkan melalui pendekatan inovatif yang memadukan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dan model matematika khusus.
Pusat perhatian tertuju pada Artificial Intelligence Compliance Ecosystem (AICEco), sebuah kerangka kerja berbasis AI yang bekerja dalam tiga lapisanβDeteksi, Definisi, dan Operasionalisasi. Kerangka ini akan dibahas tuntas sebagai tulang punggung (backbone) penerapan Persamaan Ismuhadi dalam seminar hybrid yang akan diselenggarakan di Perbanas Institute pada 27 November 2025.
Menganalisis Ekonomi Bayangan dengan Model Prediktif
Persamaan Ismuhadi adalah model matematis yang dirancang untuk mengestimasi dan menganalisis secara lebih akurat potensi UE. Persamaan ini berfokus pada korelasi antara indikator makro dan mikroekonomi yang secara historis menunjukkan adanya aktivitas ekonomi yang tidak tercatat.
AICEco berperan sebagai mesin yang memberikan daya ungkit luar biasa bagi persamaan ini.
“Sinergi AICEco dan Persamaan Ismuhadi bukan hanya tentang menambah penerimaan, tetapi tentang menciptakan keadilan pajak. AI memungkinkan kita melihat secara transparan ke area yang sebelumnya gelap,” ujar salah satu pakar yang dijadwalkan hadir.
Jangan lewatkan kesempatan untuk memahami bagaimana teknologi dan model analitik ini akan mendefinisikan kembali masa depan kepatuhan dan penggalian potensi pajak di Indonesia.
Daftarkan diri Anda sekarang untuk menghadiri seminar hybrid ini dan menjadi bagian dari diskusi transformatif dalam administrasi perpajakan nasional.Reporter: Marshanda Gita – Pertapsi Muda
Share
Eksplor lebih dalam berita dan program khas fiskusnews.com